
Indonesia butuh suatu kemandirian
Berita gencar dan menarik perhatian usai pasca piala dunia bukan lagi karena spanyol tetapi dari Timnas Indonesia yang dikabarkan pemerintah akan siap mendatangkan pelatih Top Dunia. Menurut saya hal ini gara-gara antusiasme dan gregetan usai piala dunia yang membuat sejumlah pejabat Tinggi olahraga seperti pimpinan PSSI, Menpora bahkan RI-1 membuat perencanaan istimewa terhadap Aset kebanggaan masyarakat, yaitu Timnas Sepakbola Indonesia, yah rencana istimewa tersebut yaitu mendatangkan pelatih besar asal turki Fatih Terim.
Sisi lain rencana ini terlalu terburu-buru dan bisa dibilang sesuatu yang instan tanpa memikirkan aspek lain yang masih harus dibenarkan sejak dulu, mendatangkan pelatih besar memang hal yang positif dan bisa menambah suatu power dalam menjalankan mesin Timnas, namun bagi timnas hal ini ibarat perumpamaan kendaraan motor ringsek tahun80’an dari gudang secara tiba-tiba ingin dihidupkan dengan bahan bakar Extra super.
Bisa dibayangkan, keadaan Timnas kita saat ini seperti itu bukan!, seharusnya pemerintah jangan terburu-buru melihat timnas saat ini dengan langsung mendatangkan pelatih besar, karena akan sulit juga untuk mengembangkan kemandirian dari dalam timnas. Dan pemerintah dalam hal ini jangan hanya memprioritaskan hanya satu aspek yaitu dari kepelatihan, menurut saya pemerintah seharusnya secara pelan-pelan, ibarat bisa merombak dan memodifikasi mesin dari dalam dan membuat suatu modifikasi model baru serta mengganti sejumlah sparepart guna mendukung kinerjanya.
Demikian juga sistem yang ada dalam penyusunan pemain-pemain timnas, perlu dikaji ulang serta adannya suatu pembaruan dalam tubuh timnas itu sendiri. Benar kata Badan Tim Nasional (BTN) yang seharusnya memikirkan aspek Infrastruktur dan pembinaan bibit muda, ataupengembangan pemainmuda Indonesia yang bermain di klub luar negeri ,karena dari situlah modal besar bisa didapat, seperti pembibitan ikan yang bisa dipanen pada musimnya. Sehingga dana yang dikeluarkan pun tidak akan mudah mubazir.Berbeda dengan secara langsung pemerintah mengeluarkan uang belasan miliran hanya untuk satu pelatih ditengah-tengah keadaan timnas yang seperti ini, tentunya malah akan menjadi bahan pertaruhan bukan suatu kemandirian. Ataukah hanya kegengsian bangsa kita karena begitu bangga mendatangkan pelatih Top dunia.
Sisi lain hal ini perlu diwaspadai pemerintah karena harus menjaga keseimbangan antar bidang olahraga pelatnas lainnya, jangan sampai pemerintah hanya meperdulikan dan rela berkorban bermodal besar-besaran hanya satu pelatnas, karena akan berdampak kesenjangan antar pelatnas. Perlu diingat Negara kita terbagi banyak pelatnas, dan perlu diperhatikan juga sumber-sumber prestasi yang bukan hanya dari sepakbola. Maka itu perlu dimaksimalkan juga setiap pelatnas yang benar-benar berpotensi untuk mengharumkan nama bangsa di Internasional. Agenda didepan mata asian games 2010, akan menjadi hal tercepat yang dipikirkan Indonesia untuk bisa unjuk gigi. Semoga Timnas mendapat Pilihan Terbaiknya dan sukses cita-cita menembus Piala Dunia. (Charlie Ady Prasetyo)


